BICARA INOVASI, BAPENDA TERIMA PESERTA DIKLATPIM IV PROV KALTIM ANGKATAN I

SAMARINDA – Sebanyak 30 peserta Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Provinsi Kaltim melakukan studi lapangan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Prov. Kaltim, Jumat (8/3). Rombongan dipimpin oleh perwakilan Widyaswara BPSDM Prov. Kaltim Dr Mutroni Heffy, S.E, M.Si.

Dikatakan Bapak Mutroni, tujuan rombongan Diklatpim ke Bapenda adalah mempelajari seluruh rangkaian inovasi yang telah dilakukan Bapenda dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.

Kepala Bapenda Prov. Kaltim Dra. Hj. Ismiati, M.Si menerima langsung seluruh rombongan. Beliau pun menjelaskan tentang tugas pokok dan fungsi Bapenda. Ibu Ismiati mengatakan, inovasi bisa dilakukan meski di tengah keterbatasan.

“Semua bisa dilakukan dengan kerja keras dan doa. Kekompakan tim serta kordinasi yang baik juga memengaruhi hasil yang optimal,” ungkapnya.

Ibu Ismiati mengatakan, inovasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tak melulu mengandalkan perkembangan sistem informasi. Namun, bisa juga dengan mengeluarkan kebijakan dengan perencanaan matang sesuai dengan tren dan perkembangan terkini.

“Misal untuk pembayaran PKB dan BBNKB, kami melakukan banyak kerja sama dengan perbankan dan BUMN lain seperti PT POS Indonesia. Sebentar lagi akan menggandeng PT Pegadaian (Persero),” paparnya.

“Jadi, bagaimana caranya agar mengoptimalkan pendapatan? Kami memperluas layanan sehingga masyarakat bisa bebas memilih dan mudah membayar pajak,” lanjut Ibu Ismiati.

Selain itu Bapenda juga mengedepankan transparansi kepada seluruh wajib pajak. Hal tersebut terwujud dalam Sistem Informasi Monitoring Pajak Kendaraan Bermotor (Simpator). Secara real-time, siapa saja bisa melihat realisasi pendapatan PKB dan BBNKB melalui website resminya.

Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh seluruh peserta. Di akhir pertemuan, Ibu Ismiati berharap pertemuan tersebut dapat berguna ke depannya bagi tiap peserta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *