WARGA PELOSOK MUDAH BAYAR PAJAK KENDARAAN

BALIKPAPAN, TRIBUN – Ditlantas Polda Kaltim akhirnya meresmikan Samsat Desa, Minggu (30/7). Peresmian ditandai dengan penekanan tombol alarm bersama pejabat utama Badan Pendapatan Daerah Kaltim, Jasa Raharja, serta Perbankan di tengah lapangan Merdeka, Balikpapan. Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Subandriya melalui Kasubdit Regident AKBP Dwi Nur Setiawan mengungkapkan kehadiran Samsat Desa diharapkan dapat mempermudah masyarakat melakukan pembayaran pajak kendaraan mereka. Sebanyak 13 kantor Samsat Desa tersebar di Kaltim dan Kaltara. “Masih pilot project, satu Samsat Desa di setiap Kabupaten dan kota Kaltim-Kaltara,” ujarnya. Masyarakat daerah pelosok kini tak perlu jauh-jauh lagi mengurus pembayaran pajak ke kota. Mereka bisa mengurus pajak tahunan kendaraan cukup di Samsat Desa. “Mereka langsung dapat SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah) dan STNK langsung di sana,” katanya. Dengan adanya Samsat Desa dipercaya mampu menekan kepadatan lalu lintas di jalan perkotaan, karena warga di pinggir kota tak lagi harus menuju kawasan kota. Selain itu dapat mengurai kepadatan di kantor Samsat induk maupun pembantu yang setiap harinya dipenuhi warga. Bahkan resiko terjadinya kecelakaan akibat perjalanan jauh di kota pun bisa ditekan. Lebih jauh, perwira 2 bunga di pundaknya tersebut menyatakan Samsat Desa akan terus bertambah ke depannya menyesuaikan prasarana dan SDM yang ada. “Sementara ini 13 jumlahnya, ke depan akan kita tambah,” ucapnya. Untuk diketahui, selain Samsat Desa pihaknya juga melaunching Samsat Smartphone, Samsat Terapung dan Samsat Pos Indonesia.

Samsat Smartphone merupakan program hasil kerjasama dengan Bankaltim. Bila sebelumnya masyarakat membayar pajak melalui ATM, saat ini bisa langsung menggunakan smartphone. Syaratnya harus mempunyai aplikasi dan rekening Bankaltim. Usai melakukan melalui transaksi pajak melalui smartphone, masyarakat mendapat bukti pembayaran. Bukti tersebut ditunjukkan kepada petugas Samsat terdekat dengan menyertakan KTP dan STNK asli. Petugas nantinya bakal memberikan SKPD dan STNK baru. Kemudahan pembayaran pajak lainnya, tampak di program Samsat Pos Indonesia. Sama halnya dengan pembayaran pajak melalui ATM . Bedanya masyarakat bisa melakukan pembayaran pajak di Kantor Pos manapun di Kaltimra. “Ada program delivery juga, tapi yang sudah memberlakukan baru kantor pos Balikpapan dan Samarinda. Kemudian program e-pay, pembayaran menggunakan smartphone, masyarakat bisa download aplikasi yang ada di playstore andorid,” katanya.

“Masyarakat dipermudah, misalnya malam hari baru ingat hari ini pajak mati. Bisa melakukan pembayaran langsung lewat smartphone. Besoknya tinggal menukarkan bukti pembayaran dengan SKPP dan STNKnya,” katanya. Terpisah Kepala Badan Pendapatan Daerah Kaltim, Dra Hj Ismiati mengaku optimis mampu menyelesaikan target pengumpulan pajak kendaraan pada tahun 2017 sebesar Rp 770 miliar. “Sampai dengan sekarang per hari ini, capaian kita 57 persen dari target. Untuk Bea balik nama kendaraan bermotor target Rp 570 miliar, kemarin sekitar 56 persen. Jadi upaya hari ini merupakan inovasi berlanjut,” tuturnya. (bie)

Sumber : Tribun Kaltim

Foto : Tribun Kaltim / ARI DJWANA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *